Blog ini dibuat dan dikelola oleh pengurus KIR yang baru
V I S I
( B E R P A C U )
Mewujudkan siswa yang:
Berbudaya ilmiah,
Peka terhadap masalah sosial,
Cinta alam, dan
Unggul dalam sainstek
M I S I
Menanamkan sikap ilmiah.
Membudayakan metode ilmiah.
Meningkatkan daya analisis siswa terhadap permasalahan sainstek, alam, dan sosial.
Melatih siswa untuk menjadi agen informasi iptek (penggalian maupun diseminasi) melalui berbagai macam media.
TUJUAN
- Memiliki pemahaman sikap ilmiah yang baik dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mampu melakukan komunikasi ilmiah melalui diskusi dan seminar.
- Memiliki kemampuan menemukan dan merumuskan permasalahan yang ada disekitarnya.
- Mampu memecahkan masalah dengan menggunakan metode ilmiah
- Memiliki kemampuan melakukan penelitian ilmiah dalam bidang sains maupun sosial.
- Menguasai teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu sarana penggalian informasi.
- Mempunyai kemampuan mempresentasikan hasil penelitiannya.
Bidang Teknologi:
- Roket air
- Alarm banjir
- Kincir Angin
- Makanan alternatif
- Pembuatan sabun Deterjen
- Penyilangan Tanaman Hias
- Kebun Aloevera
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) I
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) II
- Bengkel barang Bekas
- Biopori
- Penelitian perilaku siswa dan masyarakat
SEJARAH TERBENTUKNYA KIR DI INDONESIA
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
TUJUAN
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan, sikap ilmiah, kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk mengembangkan diri dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar